Minggu 22 2014

Akuntasi Sektor Publik


Pengertian dan Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik

1. Pengertian dan Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik

Akuntansi sektor publik adalah sistem akuntansi yang dipakai oleh lembaga-lembaga publik sebagai salah satu alat pertanggung jawaban kepada publik. Sekarang terdapat perhatian yang makin besar terhadap praktek akuntansi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga publik, baik akuntansi sektor pemerintahan maupun lembaga publik nonpemerintah. Lembaga publik mendapat tuntutan dari masyarakat untuk dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.
Organisasi sektor publik menghadapi tekanan untuk lebih efisien, memperhitungkan biaya ekonomi dan biaya sosial dan memanfaatkannya bagi publik, serta dampak negatif atas aktivitas yang dilakukan. Berbagai tuntutan tersebut menyebabkan akuntansi dapat diterima sebagai ilmu yang dibutuhkan untuk mengelola urusan-urusan publik. Akuntansi sektor publik sedang mengalami proses untuk menjadi disiplin ilmu yang lebih dibutuhkan.

Sektor publik adalah manajemen keuangan yang berasal dari publik sehingga menimbulkan konsekuensi untuk dipertanggung jawabkan kepada publik. Dengan demikian, pengelolaannya memerlukan keterbukaan dan akuntabilitas terhadap publik.

Ruang lingkup akuntansi sektor publik meliputi badan-badan pemerintahan (pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unit-unit kerja pemerintah), organisasi sukarelawan, rumah sakit, perguruan tinggi dan universitas, yayasan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi politik, dan sebagainya.

Sistem akuntansi untuk badan-badan pemerintahan harus mengikuti standar akuntansi pemerintah (SAP) seperti dimaksud dalam undang-undang nomor 17 tahun 2003 pasal 32, undang-undang nomor 1 tahun 2004 pasal 51 ayat 3, dan peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2005. Di sisi lain, unit-unit pemerintah yang bergerak di bidang bisnis (BUMN dan BUMD) harus mengikuti standar akuntansi keuangan yang dikeluarkan oleh IAI (ikatan akuntansi Indonesia). Sementara itu, organisasi publik non pemerintahan mengikuti standar akuntansi keuangan.

2. Sifat dan Karakteristik Sektor Publik

Akuntansi sektor publik diarahkan untuk mencapai hasil tertentu yang harus memiliki manfaat bagi publik. Dalam beberapa hal akuntansi sektor publik berbeda dengan sektor swasta karena adanya perbedaan linkungan yang mempengaruhi. Sifat dan karakteristik organisasi sektor publik terutama adalah tujuan, sifat, dan sumbe dananya. Sifat organisasi sektor publik adalah organisasi nonlaba. Tujuannya hanyalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraannya.

Organisasi sektor publik bergerak dalam lingkungan yang sangat kompleks. Komponen lingkungan yang mempengaruhi sektor publik meliputi faktor ekonomi, politik, kultur, dan demografi.

3. Perbedaan dan Persamaan Sektor Publik dan Sektor Komersial

Perbedaan sifat dan karakteristik sektor publik dengan sektor komersial dapat dilihat dengan membandingkan beberapa hal yakni tujuan organisasi, sumber pembiayaan, pertanggung jawaban, struktur organisasi, karakteristik anggaran, dan akuntansi keuangan.

Tujuan sektor publik adalah memberi pelayanan kepada masyarakat dan mensejahterakan masyarakat. Misalnya pelayanan dalam bidang pendidikan, keamanan, kesehatan masyarakat, penegakan hukum, transportasi publik, penyediaan barang kebutuhan masyarakat dan sebagainya. Sementara itu, sektor komersial bertujuan mencari laba untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang saham.

Sektor publik memperoleh biaya dari pajak, retribusi, laba BUMN dan BUMD, pinjaman luar negeri, obligasi, sumbangan, dana abadi, hibah, dan lainnya. Sedangkan sektor komersial memperoleh biaya dari modal pemilik dan laba yang ditahan, utang bank, obligasi, dan penerbitan saham baru.

Sektor publik dan sektor komersial memiliki persamaan, dimana keduanya adalah bagian yang saling berhubungan dari sistem ekonomi negara, dan sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi. Keduanya juga mengahadapi masalah yang sama yaitu kelangkaan sumber daya sehingga harus menggunakannya secara efektif dan efisien. Selain itu, keduanya memiliki manajemen yang sama, produk yang sama, dan sama-sama terikat pada aturan yang berlaku.

Referensi

Renyowijoyo, Muindro. 2010. Akuntansi Sektor Publik: Organisasi Non Laba. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Nordiawan, Deddi. 2006. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Minggu 15 2014

9.31


9-31                a.         Acceptable audit risk A measure of how willing the auditor is to accept that the financial statements may be materially misstated after the audit is completed and an unqualified opinion has been issued. This is the risk that the auditor will give an incorrect audit opinion.

Inherent risk A measure of the auditor's assessment of the likelihood that there are material misstatements in a segment before considering the effectiveness of internal control. This risk relates to the auditor's expectation of misstatements in the financial statements, ignoring internal control.

Control risk A measure of the auditor's assessment of the likelihood that misstatements exceeding a tolerable amount in a segment will not be prevented or detected by the client's internal controls. This risk is related to the effectiveness of a client's internal controls.


9-31 (continued)

Planned detection risk  A measure of the risk that audit evidence for a segment will fail to detect misstatements exceeding a tolerable amount, should such misstatements exist. In audit planning, this risk is determined by using the other three factors in the risk model using the formula PDR = AAR / (IR x CR).

            b.

                                                                1             2             3              4           5             6   
            Acceptable Audit Risk         .05          .05          .05           .05        .01          .01
            IR x CR                                1.00          .24          .24           .06      1.00          .24
            PDR = AAR / (IR x CR)        .05       .208       .208         .833        .01       .042
            Planned Detection Risk
            in percent                             5%    20.8%    20.8%    83.3%       1%      4.2%

            c.

1.         Decrease; Compare the change from situation 1 to 5.
2.         Increase;  Compare the change from situation 1 to 2.
3.         Increase;  Compare the change from situation 1 to 2.
4.         No effect; Compare the change from situation 2 to 3.

                        d.         Situation 5 will require the greatest amount of evidence because the planned detection risk is smallest. Situation 4 will require the least amount of evidence because the planned detection risk is highest. In comparing those two extremes, notice that acceptable audit risk is lower for situation 5, and both control and inherent risk are considerably higher.

9.25


9-25    a.         The justification for a lower preliminary judgment about materiality for overstatements is directly related to legal liability and audit risk. Most auditors believe they have a greater legal and professional responsibility to discover overstatements of owners' equity than understatements because users are likely to be more critical of overstatements. That does not imply there is no responsibility for understatements.
            b.         There are two reasons for permitting the sum of tolerable misstatements to exceed overall materiality. First, it is unlikely that all accounts will be misstated by the full amount of tolerable misstatement. Second, some accounts are likely to be overstated while others are likely to be understated, resulting in net misstatement that is likely to be less than overall materiality.
            c.         This results because of the estimate of sampling error for each account. For example, the likely estimate of accounts receivable is an understatement of $7,500 + or - a sampling error of $11,500. You would be most concerned about understatement for accounts receivable because the estimated understatement of $19,000 exceeds the tolerable misstatement of $18,000 for that account.
            d.         You would be most concerned about understatement amounts since the total estimated understatement amount ($30,000) exceeds the preliminary judgment about materiality for understatements ($20,000). You would be most concerned about accounts receivable given that the total misstatement for that account exceeds tolerable misstatement for understatement.

Minggu 08 2014

Standar Atestasi


Atestasi (attestation) adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan yang diberikan oleh seorang yang independen dan kompeten yang menyatakan apakah asersi (assertion) suatu entitas telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Asersi adalah suatu pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain, contoh asersi dalam laporan keuangan historis adalah adanya pernyataan manajemen bahwa laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Standar atestasi membagi tiga tipe perikatan atestasi (1) pemeriksaan (examination), (2) review, dan (3) prosedur yang disepakati (agreed-upon procedures).
Salah satu tipe pemeriksaan adalah audit atas laporan keuangan historis yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pemeriksaan tipe ini diatur berdasarkan standar auditing. Tipe pemeriksaan lain, misalnya pemeriksaan atas informasi keuangan prospektif, diatur berdasarkan pedoman yang lebih bersifat umum dalam standar atestasi. Standar atestasi ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

Standar umum[sunting | sunting sumber]

  1. Audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor
  2. Dalam segala hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor
  3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama

Standar pekerjaan lapangan[sunting | sunting sumber]

  1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya
  2. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang akan dilakukan
  3. Bukti audit kompeten harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan, dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan

Standar pelaporan[sunting | sunting sumber]

  1. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum
  2. Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalamnya prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan perioda berjalan dalam hubungannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam perioda sebelumnya
  3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit
  4. Laporan audit harus memuat suatu pernyatan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyatan demikian tidak dapat diberikan

Selasa 03 2014

Comparison Criteria

Comparison criteria are the most commonly used criteria to extract or analyze information from a Microsoft Excel database. The value that you place under the column heading in your criteria range is compared against the records in your database. If a record matches that value, the record is extracted or included in the group of records to be analyzed by the database functions. 


To create a sample database and a sample criteria range, follow these steps:
  1. Open a new workbook.
  2. Type the following information in cells A1:C25 of a new worksheet:
          |       A      |   B     |   C
       ---|--------------|---------|--------
        1 | Type of Soda |Month    |Consumed
        2 | Pepup        |January  |     946
        3 | Diet Pepup   |January  |     762
        4 | Colo         |January  |     224
        5 | Diet Colo    |January  |       1
        6 | Splash       |January  |     715
        7 | Diet Splash  |January  |     506
        8 | Lime-Up      |January  |     354
        9 | Diet Lime-Up |January  |     542
        10| Pepup        |February |     910
        11| Diet Pepup   |February |     894
        12| Colo         |February |     926
        13| Diet Colo    |February |     471
        14| Splash       |February |     493
        15| Diet Splash  |February |     276
        16| Lime-Up      |February |      45
        17| Diet Lime-Up |February |     301
        18| Pepup        |March    |     840
        19| Diet Pepup   |March    |     442
        20| Colo         |March    |     409
        21| Diet Colo    |March    |     205
        22| Splash       |March    |     109
        23| Diet Splash  |March    |     263
        24| Lime-Up      |March    |     603
        25| Diet Lime-Up |March    |     555
         
  3. Select cells A1:C25.
  4. On the Insert menu, point to Name, and then click Define.
  5. Type Database, and then click OK.
  6. For the sample criteria range, type the following data in cells E1:G1 of the worksheet:
          |       E      |  F   |   G
       ---|--------------|------|--------
        1 | Type of Soda |Month |Consumed
        2 |              |      |
    
         
  7. Select cells E1:G2.
  8. On the Insert menu, point to Name, and then click Define.
  9. Type Criteria, and then click OK.

In a One-Input Table

To find the cost of soda consumed per type the entire period, create a one-input table that uses the data from the database:
  1. In cells E5:E12, type the different kinds of soda. (Because you enter this variable data in a column, this is a column input table).

    NOTE: You can copy the types from the database and paste them into the cells.
  2. In cell F4, type the formula:
    =DSUM(Database,"Consumed",Criteria)*0.45
    NOTE: This formula adds all the consumed sodas in the database that match the specified criteria, and multiplies the result by 45 cents (the cost per can).
  3. Select cells E4:F12.
  4. On the Data menu, click Table.
  5. In the Column Input Cell box, type E2.

    NOTE: E2 is the cell in the criteria range where you would type the name of a specific type of soda. Because you want to substitute different types of soda to calculate the expense for each type, leave cell E2 blank in the actual criteria. The table automatically (internally) substitutes each soda type that is listed in the table (E4:E12) into cell E2, and calculates the formula based on that criteria.
One-Input table with data from database (with formulas displayed)
=================================================================

      |       E       |                    F
   ---|---------------|----------------------------------------
    4 | First Quarter |=DSUM(Database,"Consumed",Criteria)*0.45
    5 | Pepup         |=TABLE(,E2)
    6 | Diet Pepup    |=TABLE(,E2)
    7 | Colo          |=TABLE(,E2)
    8 | Diet Colo     |=TABLE(,E2)
    9 | Splash        |=TABLE(,E2)
    10| Diet Splash   |=TABLE(,E2)
    11| Lime-Up       |=TABLE(,E2)
    12| Diet Lime-Up  |=TABLE(,E2)


One-Input table with data from database (with values displayed)
===============================================================

      |       E       |           F
   ---|---------------|------------------------
    4 | First Quarter |Money Spent on Beverages
    5 | Pepup         |               $1,213.20
    6 | Diet Pepup    |                 $944.10
    7 | Colo          |                 $701.55
    8 | Diet Colo     |                 $304.65
    9 | Splash        |                 $592.65
    10| Diet Splash   |                 $470.25
    11| Lime-Up       |                 $450.90
    12| Diet Lime-Up  |                 $629.10

    
The value displayed in cell F4 is a number format. To duplicate this value, follow these steps:
  1. Select cell F4.
  2. On the Format menu, click Cells.
  3. Click the Number tab.
  4. In the Category list, click Custom.
  5. In the Type box, type "Money Spent on Beverages" (with the quotation marks).
  6. Click OK.

In a Two-Input Table

For the following example, use the sample database and criteria that you created earlier. To create a two-input table and use it to find the cost of soda consumed per type per month, follow these steps:
  1. In cells E15:E22, type the different types of soda. (This represents the column input.)

    NOTE: You can copy the types from the database and paste them into the cells.
  2. Type January in cell F14, type February in cell G14, and type March in cell H14.
  3. In cell E14, type the formula:
    =DSUM(Database,"Consumed",Criteria)*0.45
    NOTE: This formula adds all the consumed sodas in the database based on the criteria, and multiplies the total by 45 cents (cost per can).
  4. Select cells E14:H22.
  5. On the Data menu, click Table.
  6. In the Row Input Cell box, type F2. In the Column Input Cell box, type E2.

    NOTE: Because you want to calculate the expenses for each type of soda for each month, and do not want to limit your expense analysis to one particular month, leave F2 blank in the defined criteria range. F2 is the cell in the criteria range where you would type the name of a specific month. The table automatically (internally) substitutes each month that is listed in the table (F14:H14) into cell F2, and calculates the formula based on that month.

    Because you want to calculate the expense for each type of soda, leave E2 blank in the actual criteria. E2 is the cell in the criteria range where you would type the name of a specific type of soda. For example, if you wanted to calculate the expense for your diet sodas, you would place the word "diet" in cell E2. The table automatically (internally) substitutes each soda type that is listed in the table (E15:E22) into cell E2 and calculates the formula based on that type.
Two-input table with data from database (with formulas displayed)
=================================================================

NOTE: Due to screen display limitations, the following four-column table is 
shown in two parts.

(Left column of a four-column table.)

      |                    E
   ---|-----------------------------------------
    14| =DSUM(Database,"Consumed",Criteria)*0.45
    15| Pepup
    16| Diet Pepup
    17| Colo
    18| Diet Colo
    19| Splash
    20| Diet Splash
    21| Lime-Up
    22| Diet Lime-Up

(Right three columns of a four-column table.)

      |       F       |      G       |      H
   ---|---------------|--------------|-------------
    14| January       |February      |March
    15| =TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2)
    16| =TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2)
    17| =TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2)
    18| =TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2)
    19| =TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2)
    20| =TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2)
    21| =TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2)
    22| =TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2) |=TABLE(F2,E2)


Two-input table with data from database (with values displayed)
===============================================================

      |       E        |    F   |    G    |   H
   ---|----------------|--------|---------|--------
    14| Cost per Month |January |February |March
    15| Pepup          |$425.70 | $409.50 | $378.00
    16| Diet Pepup     |$342.90 | $402.30 | $198.90
    17| Colo           |$100.80 | $416.70 | $184.05
    18| Diet Colo      |  $0.45 | $211.95 |  $92.25
    19| Splash         |$321.75 | $221.85 |  $49.05
    20| Diet Splash    |$227.70 | $124.20 | $118.35
    21| Lime-Up        |$159.30 |  $20.25 | $271.35
    22| Diet Lime-Up   |$243.90 | $135.45 | $249.75

    
The value displayed in cell E14 is a number format. To duplicate this value, follow these steps:
  1. Select cell E14.
  2. On the Format menu, click Cells.
  3. Click the Number tab.
  4. In the Category list, click Custom.
  5. In the Type box, type "Cost per Month" (with the quotation marks).
  6. Click OK.

Computed Criteria

You can also use computed criteria in one-input and two-input tables to obtain and analyze values from a database. Computed criteria use a formula to extract or obtain values for analysis.

When you use computed criteria, be aware of the following:
  • The field name of the computed criteria must be a label other than a field name in the database (or you can leave it blank). In the example, cell H1 is blank; it could contain the word "month" or "formula" or any other text, as long as it is not the name of a field in your database.
  • In the formula that uses the computed criteria, you must use a relative reference to the first record in the field of the database that you want to reference. In the following example, the formula contains a relative reference to cell B2 in the formula =MONTH(B2)=MONTH($H$3).
  • In most cases, any other references in the computed criteria must be absolute. In the following example, the formula contains an absolute reference to cell H3 in the formula =MONTH(B2)=MONTH($H$3).
For the following examples, you must create a sample database and a sample criteria range. To create a sample database, type the following information in cells A1:C15 of a new worksheet:
      |    A      |    B    |     C
   ---|-----------|---------|------------
    1 | Product # |Date     |Amount Sold
    2 |       9865|   1/2/90|          91
    3 |       9870|  1/12/90|          94
    4 |       9875|  1/22/90|          76
    5 |       9880|   2/1/90|          22
    6 |       9865|  2/11/90|          82
    7 |       9870|  2/21/90|          71
    8 |       9870|   3/3/90|          50
    9 |       9865|  3/13/90|          35
    10|       9880|  3/23/90|          54
    11|       9875|   4/2/90|          80
    12|       9865|  4/12/90|          33
    13|       9880|  4/22/90|          83
    14|       9875|   5/2/90|          62
    15|       9870|  5/12/90|          15
    
Follow these steps to define the database name and set a criteria:
  1. Select cells A1:C15.
  2. On the Insert menu, point to Name, and then click Define.
  3. Type Database, and then click OK.
  4. Select cells E1:H2.
  5. On the Insert menu, point to Name, and then click Define.
  6. Type Criteria, and then click OK.
      |     E     |  F  |      G      |          H
   ---|-----------|-----|-------------|---------------------
    1 | Product # |Date |Amount Sold  |
    2 |           |     |             |=MONTH(B2)=MONTH($H$3)

The formula =MONTH(B2)=MONTH($H$3) returns a value of either TRUE or
FALSE, which is displayed in H2:

      |     E     |  F  |      G      |    H
   ---|-----------|-----|-------------|---------
    1 |Product #  |Date |Amount Sold  |
    2 |                                  TRUE
    

In a One-Input Table

If you want to find out how many items were sold each month, how many days a sale was made, and the maximum number of items sold on one day in each month, create a one-input table from this data, as follows:
  1. Type the following data in cells E6:E10:
          |     E     
       ---|-----------
        6 |     1/1/90
        7 |     2/1/90
        8 |     3/1/90
        9 |     4/1/90
       10 |     5/1/90
          
    NOTE: If you only want the name of the month to be displayed in the table (as in the following example), change the number format of cells E6:E10. To do this, click Cells on the Format menu, click Custom in the Category list, and then type mmmm in the Type box. With this format, E6 is displayed as January, E7 is displayed as February, and so on.
  2. In cell F5, type the formula:
    =DSUM(Database,"Amount Sold",Criteria)
  3. In cell G5, type the formula:
    =DCOUNT(Database,,Criteria)
  4. In cell H5, type the formula:
    =DMAX(Database,"Amount Sold",Criteria)
  5. Select cells E5:H10.
  6. On the Data menu, click Table.
  7. In the Column Input Cell box, type H3.

    NOTE: Cell H2 contains the formula =MONTH(B2)=MONTH($H$3). This formula checks to see if the month in the first record of the Date field (B2) equals the month of cell H3 (cell H3 is the column input cell). The table automatically (internally) substitutes each month listed in the table (E5:E10) into cell H3, and calculates the formulas based on that month.
One-Input table with computed criteria (with formulas displayed)
================================================================

NOTE: Due to screen display limitations, the following four-column table is 
shown in two parts.

(Left two columns of a four-column table.)

      |   E    |                  F
   ---|------- |--------------------------------------
    5 |        |=DSUM(Database,"Amount Sold",Criteria)
    6 | 1/1/90 |=TABLE(,H3)
    7 | 2/1/90 |=TABLE(,H3)
    8 | 3/1/90 |=TABLE(,H3)
    9 | 4/1/90 |=TABLE(,H3)
    10| 5/1/90 |=TABLE(,H3)

(Right two columns of a four-column table.)

      |               G             |           H
   ---|-----------------------------|-------------------------------------
    5 | =DCOUNT(Database,,Criteria) |=DMAX(Database,"Amount Sold",Criteria)
    6 | =TABLE(,H3)                 |=TABLE(,H3)
    7 | =TABLE(,H3)                 |=TABLE(,H3)
    8 | =TABLE(,H3)                 |=TABLE(,H3)
    9 | =TABLE(,H3)                 |=TABLE(,H3)
    10| =TABLE(,H3)                 |=TABLE(,H3)



One-Input table with computed criteria (with values displayed)
==============================================================

      |    E    |      F      |      G      |     H
   ---|---------|-------------|-------------|----------
    5 |         | Total Amount| # of Entries| Max Entry
    6 | January |          261|            3|        94
    7 | February|          175|            3|        82
    8 | March   |          139|            3|        54
    9 | April   |          196|            3|        83
    10| May     |           77|            2|        62
    
The values displayed in cells F5:H5 are number formats. To duplicate these values, follow these steps:
  1. Select cell F5.
  2. On the Format menu, click Cells.
  3. Click the Number tab.
  4. In the Category list, click Custom.
  5. In the Type box, type "Total Amount" (with the quotation marks).
  6. Click OK.
  7. Repeat steps 1-5 with cells G5 and H5. In step 5, type the formats as "# of Entries" and "Max Entry", respectively (with the quotation marks).

In a Two-Input Table

If you want to find how many items were sold each month for each product number, you can create a two-input table from this data, as follows:
  1. Type the following data in cells E13:E17 of column E:
          |     E     
       ---|-----------
       13 |     1/1/90
       14 |     2/1/90
       15 |     3/1/90
       16 |     4/1/90
       17 |     5/1/90
          
    NOTE: If you want only the name of the month to be displayed in the table (as in the following example), change the number format of cells E13:E17 to mmmm. To do this, click Cells on the Format menu, click Custom, and then typemmmm in the Type box. With this format, E13 is displayed as January, E14 is displayed as February, and so on.
  2. Type the following product numbers in cells F12:I12 of row 12:
          |  F  |  G  |  H  |  I
       ---|-----|-----|-----|-----
       12 | 9865| 9870| 9875| 9880
       13 |
         
  3. In cell E12, type the following formula:
    =DSUM(Database,"Amount Sold",Criteria)
  4. Select cells E12:I17.
  5. On the Data menu, click Table.
  6. In the Row Input Cell box, type E2, and in the Column Input Cell box, type H3.

    NOTE: Because you want the total number of each product sold broken down by each month, leave E2 blank in the defined criteria range. E2 is the cell in the criteria range where you would type a specific product number. The table automatically (internally) substitutes each product number in the table (F12:I12) into cell E2, and calculates the formula based on that product.

    Cell H2 contains the formula =MONTH(B2)=MONTH($H$3). This formula checks to see if the month in the first record of the Date field (B2) equals the month of cell H3, which is the column input cell. Remember, the table automatically (internally) substitutes each month in the table (E13:E17) into cell H3, and calculates the formulas based on that month.
Two-Input table with computed criteria (with formulas displayed)
================================================================

Due to screen display limitations, the following five-column table is shown 
in two parts.

(Left two columns of a five-column table.)

      |                    E                   |      F
   ---|----------------------------------------|-------------
    12| =DSUM(Database,"Amount Sold",Criteria) |9865
    13| 1/1/90                                 |=TABLE(E2,H3)
    14| 2/1/90                                 |=TABLE(E2,H3)
    15| 3/1/90                                 |=TABLE(E2,H3)
    16| 4/1/90                                 |=TABLE(E2,H3)
    17| 5/1/90                                 |=TABLE(E2,H3)

(Right three columns of a five-column table.)

      |       G       |      H       |      I
   ---|---------------|--------------|-------------
    12|           9870|          9875|         9880
    13| =TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3)
    14| =TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3)
    15| =TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3)
    16| =TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3)
    17| =TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3) |=TABLE(E2,H3)


Two-Input table with computed criteria (with values displayed)
==============================================================

      |     E    |  F  |  G  |  H  |  I
   ---|----------|-----|-----|-----|----
    12|          | 9865| 9870| 9875|9880
    13| January  |   91|   94|   76|   0
    14| February |   82|   71|    0|  22
    15| March    |   35|   50|    0|  54
    16| April    |   33|    0|   80|  83
    17| May      |    0|   15|   62|   0
    

Minggu 11 2014

Cara melihat password wifi yang tersimpan di Windows7

Apabila terjadi kelupaan password wifi saat berdada di tempat free wifi sementara pernah mengaksesnya melalui netbook ato laptop yang menggunakan os windows7 dan pernah menyimpan password tersebut saat pertama kali mengaksesnya sementara menginginkan akses pada alat lain yang belum pernah menggunakan akses tersebut. Caranya adalah :

1. siapkan laptop ato netbook yang sudah menyimpan password wifi yang akan kita akses kembali (kalo lupa bawa pulang dulu deh untuk ambil dulu)
2. install pada laptop tersebut software Wirelesskeyview
3. kalo ada antivirus pilih allow untuk software tersebut.
4. eng...ing...eng... password akan muncul deh.
5. Selamat mencoba

Cara melihat password wifi yang tersimpan di HP android

saat berkunjung ke Kafe, ato tempat yang ada free wi-fi nya, meminta password ke pemilik wifi adalah keniscayaan :D. Setelah meminta password, terkoneksi dengan internet, seringnya kita lupa diri dan tidak ada keinginan untuk mencatat password tersebut. Ketika ada teman yang mau konek, pas ga ada yang punya wifi, pas kita dah lupa passwordnya, terus apa yang bisa kita lakukan? nah begini ceritanya
yang dibutuhkan :
1.  root explorer, ato pake es-explorer
2. masuk ke folder /data/misc/wifi/
3. cari file wpa_supplicant.conf, buka pake text editor
4. cari network yang sudah tersimpan, biasanya seperti ini
network={ ssid="NETWORK_NAME_HERE" psk="PASSWORD_DI_SINI" key_mgmt=WPA-PSK priority=1 }
5. klo udah dapat, di share ke temen deh
6. klo mau gampang lagi sebenernya tinggal install software wifi key recovery download dari play store (gratis)
7. selamat browsing




sumber : http://ilmubarokah.wordpress.com/2013/12/20/cara-melihat-password-wifi-yang-tersimpan-di-hp-android/

Rabu 07 2014

Cara Mengatasi Error “Tidak Dikenal Saat Pemasangan Aplikasi -24″

Cara Mengatasi Error “Tidak Dikenal Saat Pemasangan Aplikasi -24″ Pada Android –
Beberapa waktu lalu saat salah satu teman saya sedang mengunduh dan menginstall aplikasi dari Google Play Store, ada kejanggalan pada saat proses installasi aplikasi tersebut. Terdapat sebuah keterangan error yang bertuliskan “tidak dikenal saat pemasangan aplikasi -24″ pada perangkat miliknya. Ia pun bertanya kepada teman – temannya termasuk saya untuk memperbaiki masalah ini.
Masalah ini cukup asing bagi saya, mengingat saya sendiri belum pernah mengalami hal serupa. Kemungkinannya adalah perangkat yang bersangkutan tidak kompatibel dengan aplikasi yang ingin di install, karena masalah tersebut hanya terjadi pada beberapa aplikasi saja, sedangkan untuk mengunduh aplikasi lainnya tidak ada masalah. Namun saya rasa kemungkinan ini hampir tidak mungkin mengingat perangkat teman saya tersebut sudah memiliki versi Android yang cukup mutakhir yakni versi Jelly Bean (4.2)
Error tersebut biasanya disebabkan oleh adanya aplikasi yang tersangkut di HP atau tablet tersebut yang biasanya terjadi saat uninstall yang  tidak sempurna atau terjadi  auto reset pada HP tersebut.
Solusi :
  1. Install root explorer pada HP atau TAB android yang sebelumnya harus sudah di root
  2. Buka root explorer
  3. Cari direktori     data/data
  4. Cari aplikasi dengan nama yang gagal diinstall tersebut jika sudah ketemu lakukan rename dengan nama lain untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut yang bermasalah misalnya :
“com.liputan6.com” rename menjadi “com.liputan6.c om.old
  1. Sekarang coba lalukan istall dari playstore atau dari file apk yang telah disimpan sebelumnya.
  2. Jika berhasil berarti file tadi yang menjadi biang permasalahannnya .
Cara ini sudah di uji coba oleh penulis dan berhasil dengan baik.
Mulai saat ini jangan dilakukan factory reset pada HP atau Tablet android anda jika menemukan masalah seperti ini.
Selamat mencoba

sumber : http://ishom.wordpress.com/2014/01/21/cara-mengatasi-error-24-atau-gagal-instalasi-aplikasi-android/

Minggu 04 2014

Perhatian kepada Anak

Sedikit oleh-oleh dari Seminar Parenting "Smart Parents Smart Children" yang diadakan Has Darul Ilmi 12 April 2014.

Materi yang sangat bagus untuk para orang tua yang diberikan oleh Bunda Kurnia Widhiastuti dari Sygma Parenting Community.

Tidak terasa, sebenarnya waktu kita untuk mendidik anak itu sangatlah singkat.
Saat anak sekolah ditempat jauh, saat anak waktunya kuliah di kota lain, saat ia menikah...
Sangat singkat Bunda!
Gunakanlah waktu sebaik-sebaiknya untuk menanamkan hal baik ke anak, karena tidak terasa, itu akan segera berlalu.

Waktu berharga pengasuhan anak:
7 tahun pertama (0-7 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai raja.
Zona merah - zona larangan
jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak.
Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.

7 tahun kedua (7-14 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai atau tawanan perang.
Zona kuning - zona hati-hati dan waspada.
Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll.
Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

7 tahun ketiga (14-21 tahun):
Perlakukan anak seperti sahabat.
Zona hijau - sudah boleh jalan.
Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

7 tahun keempat (21-28 tahun):
Perlakukan sebagai pemimpin.
Zona biru - siap terbang.
Siapkan anak untuk menikah.

Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun. Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat. Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun.
Ampun dah lama bener ya?
No wonder our hubby suka rada ajib. He...he....

Ternyata ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu.

Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.

Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.

Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah. Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar.

Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin.

Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi.
Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.

Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:
1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
3. Sambil mengusap kepala.
Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur.

Minggu 16 2014

IAI Bentuk Wadah Khusus Bagi Akuntan Perpajakan

Ikatan Akuntan Indonesia (IA) akan membentuk Kompartemen Akuntan Pajak (KAP) untuk memberi masukan kebijakan perpajakan ke pemerintah. Pembentukan KAP ini sebagai tindak lanjut kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) antara IAI dan Direktorat Jendral Pajak.

Selain memberikan masukan kebijakan perpajakan, KAP juga khusus menaungi pajak termasuk menghasilkan profesional perpajakan di sektor publik maupun swasta. "Akuntan pajak berperan untuk menciptakan harmonisasi atas perbedaan tersebut," kata Anggota Dewan Pengurus Nasional IAI Maliki Heru.

HEru menambahkan, kontribusi KAP berupa usulan perbaikan kebijakan terkait standar akuntansi keuangan. Sebab di perpajakan, seringkali ada perbedaan seperti time difference atau permanent difference antara satu regulasi dengan regulasi lain. Dengan peranan akuntan pajak, maka diharapkan ada kesesuaian nilai pajak yang harus dibayar sehingga target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp. 1.110,2 triliun bisa tercapai. Pembentukan KAP juga sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 25/PMK.01/2014 Akuntan Beregister Negara

Senin 24 2014

Ubuntu Driver HP LaserJet Pro MFP M127fn

Pada pembelian printer HP LaserJet Pro MFP M127fn sudah disertakan dengan CD Driver untuk Windows dan Mac. Untuk Linux HP tidak menyertakan Drivernya. HP sendiri sebetulnya telah memberikan support untuk OS Linux. Mungkin karena banyaknya distro pada linux menyebabkan HP tidak memberikan CD Drivernya (biar ekonomis he..he..).

Instalasi di Linux
Apabila ingin mendownload driver bisa download di sini. Setelah download lakukan install sesuai petunjuk yang ada (apabila sakit berlanjut hubungi dokter, lho kok jadi iklan obat...). Pas install di linux harus dalam kondisi tersambung ke internet yach karena banyak yang harus di ambil melalui internet.

Menggunakan Driver yang sudah ada
Nah..., ini cara mudahnya. Kita bisa gunakan driver yang sudah ada, driver yang dipergunakan adalah CP-1025NW. Dengan cara ini tidak perlu konek ke internet, trus langsung pake deh tuh printer.
(Distro yang dipergunakan pemakai (bukan narkoba nich) Ubuntu 12.04, distro lain belum nyoba soalnya udah malem nich mau ke rumah dulu takut istri ngomel, he...he...)

Terima kasih


Chartered Accountant (CA) Indonesia

CA bukti bahwa anda sebagai Akuntan Profesional Mari kita bergabung!
Lihat lengkapnya disini

Tanya jawab seputar CA
Sumber : www.iaiglobal.or.id

Apa saja kriteria yang harus dipenuhi untuk memperoleh sebutan CA Indonesia?
CA diberikan kepada Anggota Utama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yaitu Akuntan Profesional yang
memenuhi seluruh kriteria berikut:

  1. Memiliki register akuntan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlau;dan
  2. Memiliki pengalaman dan/atau menjalankan praktik keprofesioan di bidang akuntansi, baik disektor pendidikan, korporasi, sektor publik, maupun praktisi akuntan publik; dan
  3. Menaati dan melaksanakan Standar Profesi; dan
  4. Menjaga kompetensi melalui pendidikan profesional berkelanjutan.

Mengapa IAI Meluncurkan sebutan CA Indonesia?
  1. Menaati Statement Membership Obligation & Guidelines International Federation of Accountants (FAC).
  2. Memberi nilai tambah Akuntan Beregister Negara;
  3. Persiapan dalam menghadapi ASEAN Economics Community 2015;
  4. Persiapan menyongsong RUU tentang Pelaporan Keuangan.
Apa benefit memperoleh sebutan CA Indonesia?
  1. Pengakuan sebagai Akuntan Profesional sesuai dengan panduan internasional (IFAC);
  2. Dijaga kompetensinya sesuai dengan ketentuan IAI yang mengacu ke standar internasional;
  3. Pangakuan sebagai Akuntan Profesional yang diberikan tanggung jawab untuk mengambil keputusan yang signifikan dalam bidang-bidang yang terkait dengan pelaoran keuangan untuk kepentingan publik;
  4. Dapat diakui oleh Profesional Accountancy Organization negara lain (tidak perlu menempuh beberapa mata ujian)
Apakah CA dapat dicantumkan dibelakang nama seperti gelar lainnya?
Ya, sebutan CA dapat dicantumkan dibelakang nam, setelah enulisan kelar Ak. Misalnya: Bunga, SE.,AK., CA.

Bagaimana cara mendapatkan sebutan CA Indonesia?
Permohonan untuk menjadi Anggota Utama/Penerima Sertifikat CA IAI harus diajukan secara tertulis dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut:
  1. Mengisi Formulir keangotaan yang memuat data-data anggota, pernyataan kesediaan memenuhi     kewajiban sesuai ketentuan dalam AD/ART dan peraturan organisasi IAI serta kesediaan untuk diproses dan menerima sanksi penegakkan disiplin keanggotaan sesuai mekanisme yang berlaku dalam hal tidak memenuhi kewajibannya sebagai anggtota IAI; dan
  2. Melengkapi dokumen administrasi pendukung sebagai berikut:
  • Pas Foto 34 sebanyak 1 (satu) lembar.
  • Kopi Register Negara untuk Akuntan;
  • Ijazah, dan
  • Surat keterangan pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi baik di sektor pendidikan, korporasi, sektor publik, maupun praktisi akuntan publik;
  • Bukti pembayaran uang pangkal dan iuran tahunan Anggota Utama.
Dimana tempat pendaftaran CA Indonesia?
Permohonan untuk menjadi Angota utama/Penerima Sertifikat CA IAI dapat dilakukan secara langsung dikantor IAI Pusat, 30 IAI Wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia, maupun Knowledge Center IAI; atau secara tidak langsung dengan menyampaikan formulir pendaftaran melalui fax, email, atau online dari internet.

Apa saja yang dapat diakui sebagai pengalaman praktik keprofesian di Bidang Akuntansi?
Pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi calon Anggota Utama/Penerima Sertifikat CA IAI dapat di peroleh, dari:
  • Pengalaman bekerja di bagian akuntansi pada suatu entitas;
  • Pengalaman sebagai pengajar atau dosen di bidang akuntansi;
  • Pengalaman sebagai auditor ata pemeriksa di bidang keuangan pada Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian/Lembaga Non Kementerian, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, atau Kantor Akuntan Publik; atau
  • Pengalaman di bidang akuntansi lainnya.

Berapa lama prasyarat jangka waktu pengalaman praktik yang diwajibkan?
Jangka waktu pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bisang akuntansi calon Anggota Utama/Penerima Sertifikat CA IAI adalah minimal selama 3 (tiga) tahun. Pendidikan Profesi Akuntansi diakui sebagai pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bidang Akuntansi selama 1 (satu) tahun.

Apakah pengalaman praktik harus dibuktikan dengan surat keterangan bekerja?
Ya. Penilaian pengalaman dibuktikan dengan surat keterangan pengalaman menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi baik di sektor pendidikan, korporasi, sektor publik, maupun praktisi akuntan publik ditandatangani oleh pejabat berwenang. Dapat juga menggunakan SK pengangkatan sebagai karyawan, atau bagi Akuntan Publik dengan izin Akuntan Publik dari Kementerian Keuangan.

Apa saja kewajiban pemegang sebutan CA?
  1. Mempertahankan keanggotaannya di IAI dan memenuhi semua kewajibannya sebagai Anggota Utama IAI.
  2. Meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) secara terus menerus sekurang-kurangnya 120 satuan Kredit PPL (SKP) dalam periode 3 (tiga) tahun dan harus memenuhi sekurang-kurangnya 30 SKP dalam 1 (satu) tahun.
  3. Menaati dan melaksanakan kode etik dan standar profesi.
Apakah sebutan CA dapat dicabut?
Ya. DPAN IAI berwenang mencabut sebutan CA apabila Anggota Utama tidak memenuhi kewajibannya sesuai mekanisme penegakkan disiplin anggota yang berlaku.

Apa saja bentuk kegiatan PPL yang dapat diakui IAI?
IAI mengakui dua jenis kegiatan PPL yaitu:
  1. Kegiatan terstruktur tatap muka, yaitu: pelatihan; kursus; lokakarya; diskusi panel;seminar; konferensi; simposium; atau program pasca sarjana pada bidang studi yang relevan.
  2. Terstruktur Non-tatap Muka, yaitu: program belajar jarak jauh; penulisan artikel; makalah; atau buku dengan materi yang relevan dan dipublikasikan; riset profesional atau studi terhadap bidang-bidang yang relefan; menjadi anggota Dewan Penguji pada organisasi profesi yang mengharuskan yang bersangkutan menyiapkan atau mereview materi-materi yang bersifat teknis; atau menjadi anggota dalam komite-komite teknis yang dibentuk dan/atau diakui oleh IAI.
Bagaimana mekanisme pengakuan kegiatan PPL?
Pemegang sebutan CA melaporkan kegiatan PPL yang diikutinya setiap tahun dengan melampirkan copy sertifikat dan atau agenda kegiatan yang diikutinya setiap tahun.

Apakah IAI mengakui kegiatan PPL yang dilaksanakan selain oleh IAI?
Ya. Penyelenggara kegiatan PPL Non-IAI yang dapat diakui adalah:
  1. Organisasi profesi akuntansi yang merupakan anggota international Federation of Accountants (AFA).
  2. Asosiasi profesi mitra IAI;
  3. Institusi yang diakui pemerintah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku; dan
  4. Institusi lainnya yang memiliki kredibilitas tinggi sesuai ketetapan DPN.
Apakah pemegang CA harus membayar untuk mengikuti PPL IAI?
IAI menyelenggarakan pelatihan yang berbayar dan gratis. Pemegang CA seperti anggota IAI lainnya berhak mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh IAI secara gratis bagi anggota. Jika pemegang CA ingin mengikuti pelatihan yang berbayar, maka mereka berhak atas harga khusu atau diskon yang diberlakukan untuk anggota IAI.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar CA, sampaikan melalui emai : keanggotaan@iaiglobal.or.id

Sabtu 16 2013

Teori Biaya Transaksi (Transaction Cost Theory)

Teori biaya transaksi atau transaction cost theory menurut penjelasan Oliver E. Williamson (1975, 1985, dalam Donaldson, 1995), yang konsern/peduli pada biaya transaksi, menyimpulkan bahwa transaksi adalah pertukaran barang atau jasa antara orang dalam berbagai batasan.
Pada proses pertukaran sumber-sumber menurut pendapat penganut teori biaya transaksi ternyata terdapat sejumlah faktor penting penciptaan dan pengembangan struktur organisasi, yaitu biaya-biaya keseluruhan dari sebuah rantai perekonomian (Scott, 1983, dalam Donaldson, 1995).
Williamson memandang berbeda terhadap dua pandangan pengembangan struktur yaitu pasar dan organisasi. Pada pasar, pertukaran terjadi lewat negosiasi kontrak dimana semua bagian diasumsikan bergerak untuk kepentingan pribadi. Dalam pandangan pengetahuan murni, pertukaran/transaksi merupakan kebutuhan semua bagian, dan harga didasarkan atas kepentingan individual serta tangan tak kelihatan (invisible hand) pada perekonomian bebas (sebagian besar adalah penjual dan pembeli) sehingga pengendalian biaya dibutuhkan oleh pasar bebas (pure market).
Dengan pemahaman tersebut di atas kemudian akan memberi penjelasan baru kepada kita tentang organisasi dalam perspektif biaya transaksi. Penjelasan pada pendekatan yang dibuat teori biaya transaksi memungkinkan kita membuka perspektif baru pula dengan lebih mendalam bagi penjelasan sejarah bisnis sebuah perusahaan (yang mungkin tidak dikenal) yang entah muncul dari mana, dan dalam waktu beberapa tahun telah mengambil kepemimpinan dengan mantap, kelihatannya tanpa usaha yang susah payah.
Penjelasan yang selalu diberikan untuk hal ini adalah strategi yang unggul, teknologi yang unggul, atau struktur yang ramping. Tetapi ternyata ada fakta baru yang menjelaskan setiap kasus perusahaan pendatang baru yang selalu menikmati keunggulan biaya, biasanya 30 persen (Drucker, 1995). Alasannya berada pada penjelasan teori ini yaitu setiap perusahaan baru pasti mengetahui dan mengelola biaya dari keseluruhan rantai ekonomi pada pasar bebas bukan hanya biaya-biaya pada perusahaannya sendiri.
Teori Biaya Transaksi
Biaya Transaksi
Dengan demikian asumsi tersebut memungkinkan pekerjaan (pada organisasi) dilakukan lewat kontrak-kontrak yang dibuat guna mengendalikan biaya-biaya dalam transaksi. Klaim pada kontrak menyatakan bahwa melalui kontrak segala sesuatu yang bernilai di masa yang akan datang dapat diestimasi. Pada situasi ini organisasi dapat memandang dengan lebih baik alternatif untuk memediasi transaksi di pasar bebas.
Pada pertukaran yang penuh dengan ketidakpastian (uncertaintly) dapat diredusir jika dilakukan pada sekelompok orang yang terorganisir dalam acuan yang rasional dan mekanisme organisasi yang mencegah sifat oportunistis. Organisasi menolong kita untuk melokalisir persoalan, menyederhanakan pilihan-pilihan, menciptakan jaringan informasi dan mencari alternatif-alternatif, menolong individu-individu menanggulangi keterbatasan pengetahuan untuk menentukan harga dan mengurangi ketidakpastian serta membuat keputusan pada pasar dan organisasi.
Williamson mengintrodusir acuan kegagalan pasar untuk menjelaskan mengapa sejumlah situasi memungkinkan pertukaran dalam organisasi terjadi secara lebih baik dibanding membiarkannya terjadi lewat pasar. Pada situasi ini (organisasi) dapat dilakukan dengan lebih baik karena terdapat kesempatan untuk menghalangi/mencegah dan memberikan kemungkinan yang lebih baik karena adanya monitor dan survei serta sistem insentif dalam mengurangi sifat oportunis.
Teori biaya transaksi memberikan kerangka acuan sebagai penjelasan umum terhadap titik pijak/organisasi sebagai mekanisme guna mendukung keputusan pada kondisi ketidakpastian dan mencegah sifat opportunistis terhadap pertukaran. Merupakan fokus utama penciptaan efisiensi dan dilakukan hampir pada semua pendekatan ekonomi (Scott, 1993, dalam Donaldson, 1995). Jadi sesuai namanya yang menjadi fokus utama dari teori transaksi adalah biaya-biaya transaksi di pasar. Teori ini menjelaskan bahwa organisasi adalah konsekwensi dari kegagalan pasar (market failure) dalam perusahaan besar (Williamson, 1975, 1985, Arrow, 1985, Williamson dan Ouchi, 1981, dalam Doz dan Prahalad, 1991).
Fokus sekunder dari teori transaksi adalah biaya-biaya transaksi pada hirarki, pengendalian dan pemenuhan (compliance) biaya pada organisasi (Fama and Jensen, 1983; Jensen and Mackling, 1976, Doz dan Prhaland, 1991). Selain penjelasan bagi persoalan kegagalan pasar yang telah disebutkan diatas, teori ini juga menjelaskan bahwa pertumbuhan sebuah badan hukum besar dengan hirarki manajemennya yang menyebabkan manajer tingkat atas kehilangan kontrol terhadap personal level bawah dan menengah yang berdampak pada kemungkinan personal menengah mengikuti kepentingan pribadi mereka dengan menciptakan semacam ‘empire building’ dan memanfaatkan sumber-sumber organisasi untuk kepentingan pribadi mereka (Williamson, 1970, 1985, dalam Donaldson, 1995).
Penganut teori ini juga menyatakan bahwa analisa biaya transaksional memberi titik pijakan yang kuat bagi analisis pilihan antara bentuk institusional yang bisa digunakan dalam menetapkan batasan efisiensi pada perusahaan multinasional (MNC) (Burkley dan Cason 1986, Duning, 1980, Henard 1982, Teece, 1985, dalam Doz dan Prahalad, 1991). Solusi dari teori ini adalah solusi terstruktur untuk memulihkan kontrol di tingkat midle manajemen dengan kontribusi yang lebih bertanggungjawab terhadap perusahaan melalui temuan the M-form Coorporation, sebuah struktur multi-divisi dengan perkalian pusat keuntungan yang dibawahi seorang kepala kantor badan hukum yang waspada atau hati-hati yang membuat pelaksanaan manajerial terlihat memiliki disiplin organisasi (Williamson, 1970, 1985, dalam Donaldson, 1995). Kegunaan analisa transaksi untuk riset terhadap proses manajemen dibatasi oleh penyederhanaan asumsi yang inheren di dalamnya adalah tingkatan hirarki, dan fokus utamanya adalah transaksi secara menyeluruh sebagai sebagai unit analisis.
Teori Transactional Cost juga memiliki kegunaan untuk menganalisa tipe spesifik hubungan inter organisasional dalam konteks negara Amerika Utara seperti hubungan antara perusahaan Amerika Serikat dengan pemasok mereka, integrasi vertikal bounded rationality diartikan sebagai konsep kapasitas manusia yang terbatas saat memformulasikan dan memecahkan masalah.

sumber :  http://perilakuorganisasi.com/theori-biaya-transaksi-transaction-cost-theory.html